Candi yang terletak di atas bukit karst di Desa Candirejo, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi D.I. Yogyakarta ini merupakan salah satu candi tertua di Pulau Jawa. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-3 dan telah ada sebelum Candi Prambanan dibangun. Tak heran jika banyak sejarah penting terjadi di tempat ini, salah satunya adalah peristiwa pelarian Kerajaan Majapahit dari Kota Yogyakarta ke Gunung Kidul. Nama Candi Risan diambil dari kata “irisan”, karena letak Candi Risan berada di perbatasan Kraton Surakarta dan Yogyakarta. Candi ini ditemukan terpendam dalam tanah di pekarangan warga Gunung Kidul, kemudian diambil alih oleh pemerintah karena dianggap sebagai bangunan purbakala.
Candi Risan merupakan candi terbesar di Gunungkidul. Artefak-artefak yang ditemukan tergolong lengkap, meskipun kini bentuknya terkesan tidak teratur dan runtuh karena umurnya yang tua. Bangunannya berukuran 13 meter x 13 meter dengan pintu masuk berada di sebelah barat. Pada area komplek candi hanya ditemukan sebuah arca yang bernama Awalukitiswara. Arca ini pernah hilang dicuri orang, dan akhirnya ditemukan kembali di Singapura. Sekarang arca tersebut disimpan di Badan Pelestari Peninggalan Purbakala D.I. Yogyakarta. Pada komplek candi terdapat stupa yang menjadikan penanda bahwa bangunan ini digolongkan sebagai candi Budha. Pada dinding-dinding candi terdapat relief gambar sulur tanaman dan macam-macam burung. Pada sekitar candi terdapat sebuah bangunan persegi yang menurut penelitian dulunya digunakan sebagai pendopo oleh para biksu untuk berdoa.



0 komentar:
Posting Komentar